ADHI Bersama Presiden Resmikan RS Terbesar di Makassar untuk Layani Wilayah Timur Indonesia 

Kompas.com - 09/09/2024, 12:39 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

 

KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk ( ADHI) bersama Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meresmikan fasilitas kesehatan yang menjadi rumah sakit (RS) terbesar di Makassar.

Fasilitas itu adalah gedung RS Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (RSIA) Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

RS terbesar yang diresmikan Jokowi itu diperuntukkan sebagai pusat layanan kesehatan modern, khususnya di wilayah timur Indonesia, seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. 

Peresmian itu turut dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama ADHI Entus Asnawi Mukshon, Direktur Utama RS Kemenkes, beserta pejabat pemerintah daerah Sulsel. 

Gedung RS Kemenkes terletak di Kawasan Center Point Of Indonesia, Makassar, Sulsel dengan luas total lahan 62.798 meter kubik. 

RS itu khusus memberikan penanganan otak, jantung, dan kanker (OJK) dan dibangun di masing-masing tower, yakni Tower B (pelayanan jantung), Tower C (pelayanan otak), dan Tower D (pelayanan kanker) yang masing-masing memiliki 12 Lantai dan rooftop

Baca juga: Tingkatkan Ketahanan Air di Jateng dan Jabar, ADHI dan Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Leuwikeris

RS Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (RSIA) Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
DOK. Humas ADHI RS Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (RSIA) Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kawasan RS itu juga dilengkapi podium delapan lantai (Gedung A), instalasi gizi tiga lantai (Gedung E), IPAL tiga lantai (Gedung F), parkir delapan lantai (Gedung G), dan utilitas satu lantai (Gedung H). 

Pada kesempatan itu, Jokowi menjelaskan, RS Kemenkes memiliki kualitas seperti hotel bintang lima dan dilengkapi 920 tempat tidur serta berbagai fasilitas medis modern dengan teknologi baru. 

Gedung RS Kemenkes yang dibangun ADHI itu juga dilengkapi dengan fasilitas dermaga dan helipad untuk menunjukkan komitmen terhadap aksesibilitas dan integrasi dengan kondisi masyarakat. 

Sementara itu, RSIA Wahidin Sudirohusodo terletak di Tamalanrea, Makassar, Sulsel. 

Gedung baru yang juga dibangun ADHI itu memiliki luas bangunan 43.431,81 meter kubik (m3) dan terdiri dari delapan lantai dan satu semi basement

Pembangunan gedung pelayanan itu termasuk Ruang Poliklinik Ibu dan Anak, Ruang Radiologi, Ruang ICU, NICU, PICU, HCU (108 bed), Ruang OK (4 unit), Ruang Rawat Inap (154 Bed), Ruang Auditorium dan kantor serta Gedung Parkir dengan kapasitas 167 mobil. 

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Masyarakat, ADHI bersama Presiden Resmikan Bendungan Margatiga di Lampung Timur

Jokowi menyebutkan, RS tersebut memiliki suasana ruangan dan penataan interior, seperti hotel bintang lima. 

Hadirnya RSIA itu diharapkan dapat menekan dan mengurangi angka kematian bayi. 

ADHI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi di salah satu sektor pembangunan gedung berkomitmen terus meningkatkan kualitas pembangunan gedung dan infrastruktur serta penyelesaian proyek yang tepat waktu agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. 

Masyarakat diharapkan dapat semakin mudah mendapatkan akses ke layanan kesehatan yang berkualitas.

Terkini Lainnya
ADHI Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 4,72 Triliun, Tumbuh 131,5 Persen YoY

ADHI Kantongi Kontrak Baru Senilai Rp 4,72 Triliun, Tumbuh 131,5 Persen YoY

ADHI
ADHI Catat Perolehan Kontrak Baru Senilai Rp 14 Triliun hingga November 2025

ADHI Catat Perolehan Kontrak Baru Senilai Rp 14 Triliun hingga November 2025

ADHI
Jembatan Kabanaran Diresmikan Presiden Prabowo, Karya Monumental ADHI di Yogyakarta

Jembatan Kabanaran Diresmikan Presiden Prabowo, Karya Monumental ADHI di Yogyakarta

ADHI
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia Solo, Hasil Konstruksi ADHI Berstandar Internasional

Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia Solo, Hasil Konstruksi ADHI Berstandar Internasional

ADHI
Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat Komodo, ADHI Resmikan Program Kolaboratif Ata Modo

Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat Komodo, ADHI Resmikan Program Kolaboratif Ata Modo

ADHI
Dorong Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, ADHI Gelar Risk Townhall 2025

Dorong Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi, ADHI Gelar Risk Townhall 2025

ADHI
Kolaborasi Strategis, ADHI Karya Teken Perjanjian Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung Bernilai Rp 12,35 Triliun 

Kolaborasi Strategis, ADHI Karya Teken Perjanjian Pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung Bernilai Rp 12,35 Triliun 

ADHI
Roadmap ESG ADHI Karya, Komitmen untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Roadmap ESG ADHI Karya, Komitmen untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

ADHI
ADHI Karya Perkuat Fundamental, Bayar Obligasi Rp 1,3 Triliun dan Genjot Proyek Sosial

ADHI Karya Perkuat Fundamental, Bayar Obligasi Rp 1,3 Triliun dan Genjot Proyek Sosial

ADHI
ADHI Hadirkan LRT Jabodebek, Tonggak Penting Transformasi Sistem Transportasi

ADHI Hadirkan LRT Jabodebek, Tonggak Penting Transformasi Sistem Transportasi

ADHI
Perkuat Fondasi ESG, ADHI Karya Komitmen Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

Perkuat Fondasi ESG, ADHI Karya Komitmen Wujudkan Bisnis Berkelanjutan

ADHI
ADHI Perkuat Diversifikasi Investasi Strategis untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan

ADHI Perkuat Diversifikasi Investasi Strategis untuk Pertumbuhan yang Berkelanjutan

ADHI
Buktikan Kepemimpinan Visioner, ADHI Karya Raih Penghargaan ESG di Anugerah IDX 2025

Buktikan Kepemimpinan Visioner, ADHI Karya Raih Penghargaan ESG di Anugerah IDX 2025

ADHI
Jalankan CSR Berkelanjutan, ADHI Raih 2 Penghargaan di TOP CSR Awards 2025

Jalankan CSR Berkelanjutan, ADHI Raih 2 Penghargaan di TOP CSR Awards 2025

ADHI
ADHI Lunasi Obligasi Rp 1,28 Triliun, Bukti Komitmen Jaga Kepercayaan Investor

ADHI Lunasi Obligasi Rp 1,28 Triliun, Bukti Komitmen Jaga Kepercayaan Investor

ADHI
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com