Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Wikasatrian Diakui Jadi Pusat Kepemimpinan Berbasis Alam

Kompas.com - 02/10/2024, 13:57 WIB
Novyana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kawasan Pelatihan Pusat Kepemimpinan milik PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ( WIKA) Wikasatrian berhasil diakui sebagai kawasan konservasi keanekaragaman hayati, terutama dalam pengelolaan ruang hijau perusahaan untuk menjaga lingkungan dan mendukung keberlanjutan.

Wikasatrian menerapkan tiga hal mendasar yang merupakan warisan kepemimpinan Nusantara dan jati diri bangsa, mencakup ketuhanan, kemanusiaan, dan alam.

Manfaat warisan alam dari Wikasatrian salah satunya adalah penyerapan karbon yang ditunjukkan melalui Jurnal Internasional IoP Series: Earth and Environmental Science.

Jurnal tersebut terbit tahun ini dengan judul “Contributions of Corporate Green Space in Conserving Plant Diversity and its Potential Usefulness: Case Study Wikasatrian Pusat Kepemimpinan”, yang ditulis oleh Tim Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga: WIKA Garap Revitalisasi Dermaga Gospier TI Surabaya, Kontraknya Rp 577 Miliar

Studi tersebut menunjukkan bahwa area hijau Hutan Wikasatrian seluas 7 hektar di Bogor, Jawa Barat, memiliki 60 spesies tanaman dari 40 familia.

Angka ini mencerminkan tingkat keanekaragaman sedang dan indeks keseimbangan ekosistem tinggi, yang membuktikan bahwa ekosistem di Wikasatrian terjaga dengan baik dan mampu mendukung berbagai organisme.

Tanaman di Wikasatrian memberikan banyak manfaat, termasuk sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan bahan baku.

Sebanyak 14 spesies di area ini memiliki khasiat pengobatan, seperti Schima wallichii yang mengobati cacar air, M. sagu sebagai sumber karbohidrat, dan G. gnemon (melinjo) yang buah dan sayurnya dapat dikonsumsi.

Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito menyatakan bahwa Wikasatrian merupakan bukti nyata kontribusi WIKA dalam pelestarian lingkungan melalui konservasi ruang hijau.

Baca juga: Demi Layanan Kesehatan dan Pariwisata Lebih Baik, WIKA Bangun Rumah Sakit dan Jembatan Kaca

"Upaya ini mendukung keberlanjutan ekosistem dan menyediakan manfaat langsung bagi masyarakat serta alam melalui penyerapan karbon sebesar 10-80 ton CO2 per hektar per tahun, yang berkontribusi pada penurunan tahunan sekitar 140-1.120 ton CO2 sepanjang 2023," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/10/2024).

Sebagai informasi, Wikasatrian menjadi inspirasi bagi dunia industri dalam pelestarian lingkungan melalui pengelolaan hijau yang berkelanjutan yang ditujukan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi melalui pemanfaatan tanaman sebagai bahan baku industri yang ramah lingkungan.

Terkini Lainnya
Transparansi Relokasi SDN Inpres Cikeusal, Wika Serang Panimbang Pastikan Tahapan Sesuai Aturan

Transparansi Relokasi SDN Inpres Cikeusal, Wika Serang Panimbang Pastikan Tahapan Sesuai Aturan

Wijaya Karya
Kolaborasi WIKA-WEGE Dukung Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Modular di Aceh Tamiang

Kolaborasi WIKA-WEGE Dukung Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Modular di Aceh Tamiang

Wijaya Karya
WIKA Laksanakan

WIKA Laksanakan "Topping Off" RSUD Bobong, Proyek Masuki Tahap Finishing

Wijaya Karya
Banjir Promo Nataru, Tol Serang–Panimbang Beri Hadiah Spesial bagi Wisatawan ke Banten

Banjir Promo Nataru, Tol Serang–Panimbang Beri Hadiah Spesial bagi Wisatawan ke Banten

Wijaya Karya
Dukung UMKM, WIKA dan WIKA Realty Proyeksikan Tamansari Laswi City Bandung Jadi “Pasar 1001 Malam”

Dukung UMKM, WIKA dan WIKA Realty Proyeksikan Tamansari Laswi City Bandung Jadi “Pasar 1001 Malam”

Wijaya Karya
WIKA dan WTJJ Ukir Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia melalui Inovasi dan Teknologi Kelas Dunia

WIKA dan WTJJ Ukir Kebanggaan Indonesia di Panggung Dunia melalui Inovasi dan Teknologi Kelas Dunia

Wijaya Karya
Presiden Prabowo Resmikan RSPON Jakarta Karya WIKA, Hadirkan Fasilitas Kesehatan Bertaraf Internasional

Presiden Prabowo Resmikan RSPON Jakarta Karya WIKA, Hadirkan Fasilitas Kesehatan Bertaraf Internasional

Wijaya Karya
Tol Serang-Panimbang Jadi Prioritas Nasional 2026, Ditargetkan Beroperasi Penuh 2027 

Tol Serang-Panimbang Jadi Prioritas Nasional 2026, Ditargetkan Beroperasi Penuh 2027 

Wijaya Karya
WIKA Raih Kontrak Baru Rp 4,78 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Keberlanjutan

WIKA Raih Kontrak Baru Rp 4,78 Triliun, Perkuat Fondasi Bisnis Keberlanjutan

Wijaya Karya
Di Tengah Tantangan Sektor Konstruksi, Kinerja WIKA Tetap Optimal hingga Kuartal II-2025

Di Tengah Tantangan Sektor Konstruksi, Kinerja WIKA Tetap Optimal hingga Kuartal II-2025

Wijaya Karya
Libur Tiba, Jelajahi Destinasi Ikonik Banten lewat Tol Serang-Panimbang

Libur Tiba, Jelajahi Destinasi Ikonik Banten lewat Tol Serang-Panimbang

Wijaya Karya
Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WSP Perkuat Komitmen ESG lewat Aksi Tanam Pohon

Rayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, WSP Perkuat Komitmen ESG lewat Aksi Tanam Pohon

Wijaya Karya
Lestarikan Budaya Lokal, Wika Serpan Hadirkan Gerbang Tol Berdesain Khas Baduy

Lestarikan Budaya Lokal, Wika Serpan Hadirkan Gerbang Tol Berdesain Khas Baduy

Wijaya Karya
Jadi yang Pertama, WEGE Raih Peringkat idBBB/Stable Outlook dari PEFINDO

Jadi yang Pertama, WEGE Raih Peringkat idBBB/Stable Outlook dari PEFINDO

Wijaya Karya
Inovasi WSP di Pembangunan Tol Serang-Panimbang:

Inovasi WSP di Pembangunan Tol Serang-Panimbang: "Erection" Jembatan dengan Teknik Khusus

Wijaya Karya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com