KOMPAS.com - Pertamina Mandalika International Circuit menjadi salah satu wujud dukungan PT Pertamina (Persero) terhadap perkembangan dunia balap dan talenta pembalap muda Tanah Air.
Keberadaan sirkuit berstandar internasional tersebut dinilai menjadi sarana penting untuk menempa kemampuan pembalap muda Indonesia agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Pertamina Mandalika International Circuit terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sirkuit ini memiliki panjang lintasan 4,31 kilometer (km) dengan 17 tikungan.
Pertamina Mandalika International Circuit juga mengantongi homologasi kelas A atau lisensi keselamatan dan kelayakan tertinggi yang diberikan kepada sirkuit untuk menggelar balap motor kelas dunia, seperti MotoGP.
Lisensi tersebut diberikan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), badan pengatur dan penyelenggara balap motor global.
Baca juga: Bukan Hanya Mesin: Tantangan Adaptasi Naik Kelas di Balap Motor ARRC
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, kontribusi Pertamina terhadap sirkuit tersebut ditandai melalui naming rights atau hak penamaan pada sirkuit yang diresmikan pada 21 November 2024.
“Keterlibatan Pertamina melalui Pertamina Mandalika International Circuit merupakan salah satu partisipasi Pertamina untuk mengembangkan pembalap-pembalap muda di Indonesia,” ujar Baron dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (22/6/2026).
Baron berharap, Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya digunakan saat ajang MotoGP, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah pengalaman pembalap muda Indonesia.
Hal itu termasuk bagi para pembalap yang saat ini mengikuti Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) 2026 Round 2.
“Diharapkan sirkuit ini tidak hanya digunakan pada saat ajang MotoGP, tetapi juga menjadi sarana untuk mengasah pengalaman pembalap muda Indonesia, khususnya yang saat ini mengikuti gelaran Pertamina Mandalika Racing Series Round 2, menuju anak tangga prestasi di tingkat internasional,” kata Baron.
Baca juga: Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia
Para pembalap muda yang ambil bagian dalam Pertamina MRS 2026 mengapresiasi keberadaan Pertamina Mandalika International Circuit.
Salah satunya adalah Muhammad Fadhil Musyafi dari tim Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS.
Fadhil mengaku senang mendapat kesempatan berlaga di sirkuit kelas dunia. Menurutnya, pengalaman tersebut mendorong semangat dan motivasi untuk tampil maksimal.
“Saya kebetulan sangat suka di beberapa area di Sirkuit Mandalika, terutama di sektor 3 dan 4. Saya bisa dengan leluasa dan nyaman melaju. Senang sekali mendapatkan kesempatan berharga menjajal sirkuit ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, mekanik Astra Motor Racing Team Yogyakarta, Sudarmono, mengatakan bahwa sirkuit menjadi salah satu faktor penting dalam aktivitas balap.
Baca juga: Aldi Satya Sebut Mulai Balap Usia Belasan Tahun Sudah Terlambat
Menurutnya, selain mesin motor, aspek teknis, dan kemampuan pembalap, kualitas lintasan juga berperan besar dalam menunjang performa saat balapan.
“Sirkuit menjadi bagian penting dan harus memiliki standar khusus. Melalui gelaran Pertamina Mandalika Racing Series ini, seluruh bagian tim, mulai dari mekanik hingga pembalap, dapat merasakan sensasi langsung bertanding di sirkuit berstandar internasional,” ucap Sudarmono.