KOMPAS.com – Di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang kuartal I-2026 akibat kombinasi gejolak global dan domestik, emiten-emiten Pertamina Group dinilai tetap menunjukkan fundamental bisnis yang solid dan daya tahan yang kuat.
Ketidakpastian geopolitik global turut mendorong repricing risiko Indonesia secara luas dan memengaruhi sentimen investor terhadap pasar domestik.
Meski demikian, emiten Pertamina Group mampu mempertahankan kinerja yang relatif stabil berkat fundamental operasional yang konsisten, karakter sektor energi yang defensif, serta prospek jangka panjang yang didukung kebutuhan energi nasional.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan bahwa dinamika pasar saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal dibandingkan kondisi bisnis inti perusahaan.
“Fluktuasi pasar modal saat ini lebih mencerminkan dinamika persepsi risiko global dan domestik, bukan penurunan fundamental perusahaan. Emiten Pertamina Group tetap menunjukkan bisnis yang resilien, dengan kinerja operasional yang solid serta peran strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Baron dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Pertamina Group Kembangkan Pusat Rehabilitasi Orang Utan di Kalimantan Timur
Berdasarkan data kuartal I-2026, sejumlah emiten Pertamina Group, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGAS), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), hingga PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatatkan performa yang relatif lebih resilien dibandingkan pergerakan IHSG maupun sektor terkait. Kondisi tersebut mencerminkan kekuatan fundamental bisnis yang tetap terjaga.
Meski begitu, pergerakan harga saham tetap dinamis seiring pengaruh persepsi risiko makroekonomi dan sovereign risk Indonesia.
“Kami terus memperkuat komunikasi strategis kepada investor, menegaskan value creation jangka panjang, serta memastikan pasar memahami kekuatan fundamental dan strategi pertumbuhan Pertamina Group di tengah volatilitas global,” kata Baron.
Pertamina juga memandang kondisi pasar saat ini sebagai momentum untuk memperluas basis investor, meningkatkan kualitas engagement dengan analis dan pelaku pasar modal, serta memperkuat posisi emiten sebagai bagian penting dalam sektor energi nasional dan transisi energi.
“Sebagai pemimpin energi nasional, Pertamina tidak hanya fokus menjaga kinerja bisnis, tetapi juga memastikan kepercayaan investor tetap terjaga melalui narasi korporasi yang kuat, transparansi, dan strategi pertumbuhan berkelanjutan,” tambah Baron.
Baca juga: KPK Apresiasi Vonis 4,5 Tahun Eks Direktur Gas Pertamina di Kasus Korupsi LNG
Selain itu, Pertamina terus menjalankan strategi dual growth dengan menjaga stabilitas bisnis utama sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon guna memperkuat daya saing perusahaan dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.
Sebagai perusahaan yang berperan dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 serta terus mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola perusahaan, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan lingkungan melalui penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.