Presiden Prabowo Optimistis Swasembada Energi Tercapai Lebih Cepat, Ini Kontribusi Pertamina

Kompas.com - 27/06/2025, 20:32 WIB
Aningtias Jatmika,
Dwi NH

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa target swasembada energi nasional dalam empat tahun dapat tercapai lebih cepat. Optimisme ini didasarkan pada potensi besar energi yang dimiliki Indonesia, baik dari sumber daya alam maupun kemampuan teknologi yang terus berkembang.

Dalam acara Peresmian Pembangunan dan Pengoperasian Energi Terbarukan di 15 Provinsi serta Peningkatan Produksi Minyak 30.000 Barel Blok Cepu yang digelar Kamis (26/6/2025), Prabowo mengatakan bahwa Indonesia patut bersyukur lantaran memiliki sumber energi yang luar biasa, termasuk energi terbarukan.

“Kini, tinggal bagaimana kita mengelola dengan baik. Apa yang kita saksikan hari ini menjadi bukti bahwa bangsa Indonesia mampu menuju swasembada energi yang akan menentukan masa depan kita,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (27/6/2025).

Menurut Prabowo, cadangan minyak dan gas bumi ( migas) Indonesia masih besar dan dapat dioptimalkan melalui penerapan teknologi yang tepat.

Di sisi lain, potensi energi terbarukan yang tersebar di seluruh wilayah juga menjadi modal penting untuk mewujudkan swasembada energi hingga ke tingkat desa, kecamatan, kabupaten, bahkan pulau-pulau terpencil.

“Saya mendapat laporan bahwa kita memiliki cadangan migas besar. Dan saat ini, teknologi sudah memungkinkan untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek energi. Namun yang lebih strategis adalah pengembangan energi terbarukan,” tambah Prabowo.

Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan PLTP Pertamina di Lampung Berkapasitas 55 MW

Pertamina siap jadi garda terdepan

Terkait hal itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan bahwa Pertamina siap berada di garda terdepan dalam mendorong swasembada energi nasional.

Saat ini, produksi migas Pertamina telah menembus angka 1 juta barel setara minyak per hari. Angka ini berkontribusi hingga 69 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen terhadap gas nasional.

“Produksi BBM dari kilang Pertamina kini mampu memenuhi 70 persen kebutuhan BBM nasional. Bahkan, untuk kebutuhan avtur dan diesel, 100 persen sudah dipenuhi dari kilang dalam negeri,” jelas Simon.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan bahwa Pertamina secara konsisten melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Salah satu pencapaian terbaru adalah peningkatan produksi sebesar 30.000 barel per hari di Blok Cepu yang diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.

Baca juga: Pertamina Hulu Energi Kantongi Kredit Rp 19,8 Triliun dari Bank Global

Peningkatan itu dicapai melalui pengeboran tujuh sumur baru di Lapangan Banyu Urip yang dilakukan menggunakan teknologi rig canggih hasil pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI).

“Dengan peningkatan ini, rata-rata produksi tahunan Blok Cepu pada 2025 diperkirakan mencapai 170.000–180.000 barel per hari. Ini tentu akan semakin mempercepat terwujudnya swasembada energi nasional,” ujar Fadjar.

Kembangkan panas bumi

Di sektor energi terbarukan, Pertamina juga mengembangkan pembangkit panas bumi di Ulubelu Gunung Tiga, Lampung, dengan kapasitas 55 MW. Proyek ini turut diresmikan oleh Presiden Prabowo.

Kehadiran proyek tersebut memperkuat posisi Pertamina sebagai pengelola panas bumi terbesar di Indonesia. Saat ini, total kapasitas terpasang panas bumi yang dikelola mencapai 1.877,5 MW dan menghasilkan listrik sebesar 4.827,22 gigawatt hour (GWh) per tahun.

Selain panas bumi, Pertamina juga mengembangkan energi bersih berbasis komunitas melalui program Desa Energi Berdikari (DEB) yang telah menjangkau 172 wilayah desa. Program ini menghasilkan energi bersih hingga 733.559 watt-peak (Wp) per tahun.

“Dengan tenaga surya, setiap desa, kecamatan, kabupaten, bahkan pulau-pulau terpencil bisa mencapai swasembada energi,” kata Prabowo.

Baca juga: Pertamina Hulu Rokan Jadi Tulang Punggung Migas Nasional 2024

Tak hanya di sektor energi, Pertamina juga mendukung pembangunan ekonomi nasional melalui pengembangan layanan kesehatan.

Salah satu anak usaha Pertamina, PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC), meresmikan Bali International Hospital (BIH) sebagai bagian dari tahap pertama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Denpasar, Rabu (25/6/2025).

Sebagai pemimpin dalam transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target net zero emission (NZE). Seluruh inisiatif perusahaan mengacu pada pencapaian Sustainable Development Goals ( SDGs) serta penerapan prinsip environmental, social and governance ( ESG) di seluruh lini operasional.

Terkini Lainnya
Pertamina Umumkan 105 Peserta Energy Debate Championship PGTC 2025

Pertamina Umumkan 105 Peserta Energy Debate Championship PGTC 2025

Pertamina
Tembus Pasar Global, Pertamina Bawa UMKM Binaan ke Pesta Rakyat Brisbane 2025

Tembus Pasar Global, Pertamina Bawa UMKM Binaan ke Pesta Rakyat Brisbane 2025

Pertamina
Jadi Maskapai dengan Ketepatan Waktu Terbaik di 2024, Pelita Air Raih Penghargaan dari Pemerintah

Jadi Maskapai dengan Ketepatan Waktu Terbaik di 2024, Pelita Air Raih Penghargaan dari Pemerintah

Pertamina
Pertama di Asia Tenggara, Pertamina Sukses Terbangkan Pesawat Berbahan Bakar Minyak Jelantah

Pertama di Asia Tenggara, Pertamina Sukses Terbangkan Pesawat Berbahan Bakar Minyak Jelantah

Pertamina
Pelita Air Terbang Gunakan Pertamina SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah, Begini Respons Penumpang

Pelita Air Terbang Gunakan Pertamina SAF Berbahan Baku Minyak Jelantah, Begini Respons Penumpang

Pertamina
Tingkatkan Literasi Energi, Pertamina Sosialisasikan AJP 2025 di Wilayah Sumbagut

Tingkatkan Literasi Energi, Pertamina Sosialisasikan AJP 2025 di Wilayah Sumbagut

Pertamina
Pertamina SAF Dorong Ekonomi Sirkular Masyarakat dan Kurangi Emisi Lingkungan

Pertamina SAF Dorong Ekonomi Sirkular Masyarakat dan Kurangi Emisi Lingkungan

Pertamina
Dukungan Pemerintah untuk Pertamina Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah

Dukungan Pemerintah untuk Pertamina Kembangkan SAF dari Minyak Jelantah

Pertamina
Perdana! Pelita Air Terbang Gunakan Minyak Jelantah Pertamina

Perdana! Pelita Air Terbang Gunakan Minyak Jelantah Pertamina

Pertamina
Catat! Ini Tips Menang AJP 2025 dari Pertamina, Mulai dari Penulisan hingga Pilihan Narasumber

Catat! Ini Tips Menang AJP 2025 dari Pertamina, Mulai dari Penulisan hingga Pilihan Narasumber

Pertamina
Kapasitas Pembangkit Tumbuh 14 Persen, Buah Manis Investasi Pertamina NRE di CREC

Kapasitas Pembangkit Tumbuh 14 Persen, Buah Manis Investasi Pertamina NRE di CREC

Pertamina
Sinergi Pertamina-Pindad Luncurkan Teknologi Inspeksi Pipa Migas Ultrasonik Pertama di Indonesia

Sinergi Pertamina-Pindad Luncurkan Teknologi Inspeksi Pipa Migas Ultrasonik Pertama di Indonesia

Pertamina
Kado HUT Ke-80 RI, Produksi Migas PEP Prabumulih Field Melejit 935 Persen di Atas Target

Kado HUT Ke-80 RI, Produksi Migas PEP Prabumulih Field Melejit 935 Persen di Atas Target

Pertamina
Semangat Kemerdekaan Warnai Putaran Ketiga Pertamina Mandalika Racing Series 2025

Semangat Kemerdekaan Warnai Putaran Ketiga Pertamina Mandalika Racing Series 2025

Pertamina
Perkuat Konektivitas Udara, Pelita Air Resmikan Penerbangan Internasional Perdana ke Singapura

Perkuat Konektivitas Udara, Pelita Air Resmikan Penerbangan Internasional Perdana ke Singapura

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke