Percepat Transisi Energi Berkelanjutan, Pertamina Perkuat Bisnis Rendah Karbon

Kompas.com - 12/11/2024, 17:08 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) memperkuat komitmennya dalam pengembangan bisnis rendah karbon guna mendukung target transisi energi yang dicanangkan pemerintah Indonesia.

Upaya tersebut sekaligus menguatkan komitmen Pertamina untuk terus berinovasi dan menerapkan teknologi terbaru dalam mengurangi emisi dari seluruh proses operasionalnya.

Utusan Khusus Indonesia untuk The 29th Conference of the Parties on Climate Change ( COP 29), Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan bahwa pemerintah mendukung penuh upaya badan usaha milik negara (BUMN), termasuk Pertamina, dalam mencapai target transisi energi.

Baca juga: Pertamina Tegaskan Komitmen Transisi Energi Berkelanjutan Lewat Inisiatif Zero Routine Flaring

Ia menekankan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

 “Kita berkumpul dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan planet ini untuk generasi mendatang,” ujar Hashim dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (12/11/2024).

"Di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen penuh untuk mempercepat transisi energi, tidak hanya untuk mengurangi emisi, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan," sambungnya.

Baca juga: Dukung Keberlanjutan Lingkungan, Wikasatrian Diakui Jadi Pusat Kepemimpinan Berbasis Alam

Utusan Khusus Untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim S Djojohadikusumo memberikan pembukaan pada sesi CEO Climate Talks di acara Conference of the Parties (COP) ke-29 di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Senin (11/11/2024).DOK. Humas Pertamina Utusan Khusus Untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim S Djojohadikusumo memberikan pembukaan pada sesi CEO Climate Talks di acara Conference of the Parties (COP) ke-29 di Baku Olympic Stadium, Azerbaijan, Senin (11/11/2024).

Dukung dekarbonisasi dan capai target NZE 2060

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) John Anis menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung dekarbonisasi dan mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Pertamina, kata dia, telah memulai langkah-langkah konkret untuk mengembangkan energi bersih dan bisnis rendah karbon.

“Pertamina memiliki mandat besar dari pemerintah untuk menjadi motor penggerak bisnis rendah karbon dan dekarbonisasi di Indonesia. Ini bukan tugas yang mudah, tetapi kami telah mengambil langkah-langkah nyata untuk mengurangi emisi melalui investasi di energi bersih dan memperkuat bisnis yang lebih ramah lingkungan,” kata John Anis dalam paparan di CEO Climate Talks pada hari pertama COP 29.

Baca juga: Hadiri COP 29, Pertamina Tegaskan Komitmen Dukung Transisi Energi Nasional

Sejak 2010, Pertamina telah berhasil mengurangi emisi hingga 8,5 juta ton karbon dioksida (CO2) (Scope 1 dan 2) dan berencana untuk terus meningkatkan pencapaian ini melalui kolaborasi dan inovasi teknologi.

Beberapa upaya yang telah dilakukan termasuk pengembangan biofuel, energi geotermal, serta teknologi rendah karbon seperti carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture, utilization and storage (CCUS).

Pertamina perluas portofolio energi terbarukan

John Anis juga menjelaskan bahwa Pertamina terus memperluas portofolio energi terbarukan, termasuk pengembangan bioetanol, baterai untuk kendaraan listrik, dan ekosistem pengisian daya untuk sepeda motor listrik.

Baca juga: Persaingan Mengetat, ABC Lithium Optimistis pada Pasar Motor Listrik

“Kami juga memiliki potensi besar di sektor geotermal, dengan kapasitas terpasang saat ini mencapai 672 megawatt (MW). Anak usaha kami, PGE, terus berupaya meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 1,4 GW pada 2029. Kami yakin energi geotermal akan menjadi pilar utama dalam transisi energi,” ucapnya.

Di sektor hidrogen, Pertamina tengah melakukan inovasi teknologi untuk menurunkan biaya produksi, termasuk optimalisasi penggunaan listrik dalam proses elektrolisis. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi hidrogen hijau hingga 30 persen pada 2025.

“Semoga teknologi ini dapat terwujud tahun depan, sehingga kami bisa memproduksi hidrogen hijau dengan biaya yang lebih terjangkau,” jelas John Anis.

Baca juga: PLN Gandeng Sembcorp Garap Proyek Hidrogen Hijau Terbesar di Asia Tenggara

John Anis juga menegaskan bahwa untuk mencapai target transisi energi bersama, dibutuhkan dukungan akses pembiayaan yang inklusif dan kolaborasi antara semua pihak.

“Untuk mewujudkan transisi energi ini, kita tidak bisa bekerja sendirian. Kolaborasi adalah kunci, dan kami membutuhkan dukungan dari pemerintah, termasuk insentif untuk mendorong investasi di bidang energi terbarukan dan rendah karbon,” ujarnya.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen mendukung target NZE 2060 dan terus menjalankan program yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca juga: Tekan Pengangguran lewat Institut Kemandirian, Dompet Dhuafa Raih SDGs Action Award

Semua upaya tersebut sejalan dengan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) di seluruh operasi bisnis Pertamina.

Terkini Lainnya
Perkuat Ketahanan Energi, PIEP Kirim Minyak Mentah dari Aljazair ke Indonesia

Perkuat Ketahanan Energi, PIEP Kirim Minyak Mentah dari Aljazair ke Indonesia

Pertamina
Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Berkat Sinergi Kemlu dan PIS

Kapal Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Berkat Sinergi Kemlu dan PIS

Pertamina
Catat Kinerja Positif pada 2025, Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.167 Triliun

Catat Kinerja Positif pada 2025, Pendapatan Pertamina Tembus Rp 1.167 Triliun

Pertamina
Ini Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Ini Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3

Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3

Pertamina
Dukung Pelaku UMK di Jakarta Fair, Pertamina Salurkan Bright Gas ke Puluhan Pedagang Kuliner 

Dukung Pelaku UMK di Jakarta Fair, Pertamina Salurkan Bright Gas ke Puluhan Pedagang Kuliner 

Pertamina
Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Generasi Baru Pembalap Indonesia

Pertamina Mandalika International Circuit, Tempat Generasi Baru Pembalap Indonesia

Pertamina
Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Pertamina
Siapkan Pebalap Muda ke Level Internasional, Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2 Terapkan Regulasi Standar FIM

Siapkan Pebalap Muda ke Level Internasional, Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2 Terapkan Regulasi Standar FIM

Pertamina
Pertamina Peringkat Ketiga Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Energi

Pertamina Peringkat Ketiga Fortune Southeast Asia 500, Perkuat Komitmen Jaga Ketahanan Energi

Pertamina
Pertamina Berkah Santuni 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa di Seluruh Indonesia

Pertamina Berkah Santuni 17.300 Anak Yatim dan Dhuafa di Seluruh Indonesia

Pertamina
Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026

Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan, Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026

Pertamina
Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Sudah ke Jakarta Fair? Yuk Dukung UMKM Lokal di Bright Store by Pertamina

Pertamina
Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Pertamina Tinjau Keandalan Pasokan Energi di Nusa Tenggara Timur

Pertamina
Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

Pertamina
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com