KOMPAS.com – PT Pertamina (Persero) melaksanakan penanaman 200 pohon di Desa Besakih, yang terletak di kaki Gunung Agung, Bali.
Kegiatan itu merupakan wujud komitmen Pertamina dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui program perhutanan sosial.
Desa Besakih, yang dikenal dengan keindahan alamnya juga kaya akan keanekaragaman hayati dan memiliki nilai-nilai budaya dan spiritual yang kuat.
Melalui program penanaman itu, Pertamina berupaya menjaga kelestarian alam sambil memberdayakan masyarakat lokal.
Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Mahfudz mengatakan, kegiatan itu mendorong masyarakat untuk secara aktif menanam pohon.
“Manfaatnya akan dirasakan mereka sendiri, masyarakat sekitar, dan pemerintah. Kolaborasi dengan Pertamina membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam membangun ekonomi dan melestarikan hutan,” ujarnya dalam siaran prs, Senin (9/9/2024).
Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arth menambahkan, Pertamina telah menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap kelestarian alam.
Baca juga: Kata Pertamina soal Harga Avtur di Indonesia Termahal di ASEAN dan Bikin Harga Tiket Pesawat Tinggi
Dia menyebutkan, program itu tak berhenti dalam kegiatan penanaman, tetapi juga dilanjutkan dan dikontrol. Sebab, pohon sangat penting bagi kehidupan, sebagai paru-paru dunia.
Dalam kegiatan tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Brahmantya S Poerwadi turut mengapresiasi kolaborasi semua pihak.
Dia menegaskan, Pertamina berkomitmen mendukung ekosistem hijau berbasis kearifan lokal di Desa Besakih.
“Kami berharap upaya ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat lokal, khususnya kelompok usaha perhutanan sosial,” katanya.
Senada, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Mahawana Basuki I Nyoman Artana juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan hutan desa.
“Kami menanam pohon pinang yang digunakan dalam upacara adat serta ijuk untuk memperbaiki atap Pura Besakih. Ini tidak hanya melestarikan hutan, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.
Baca juga: Pertamina Mau Buat Pabrik Bioetanol, Pasok Bahan Bakar Campuran
Program penanaman pohon itu merupakan salah satu kegiatan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Pertamina.
Sinergi antara Pertamina, Kementerian LHK, dan masyarakat, diharapkan dapat menjaga kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat Desa Besakih melalui perhutanan sosial.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Desa Besakih telah menjadi contoh suksesnya integrasi antara pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
"Kami berharap, peran Pertamina dalam keberlanjutan di lingkungan dan masyarakat ini dapat menjadi energi bagi pertumbuhan perekonomian," harapnya.