Polisi Dinilai Lalai Cegah Peredaran Video WNI ISIS

Kompas.com - Kamis, 31 Juli 2014
Polisi Dinilai Lalai Cegah Peredaran Video WNI ISISABCMilisi ISIS asal Indonesia dalam video yang dirilis kelompok itu


JAKARTA, KOMPAS.com —
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Eva Kusuma Sundari prihatin dengan adanya video perekrutan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang beredar di media sosial. Dalam video tersebut, ada warga negara Indonesia (WNI) yang mengajak umat Islam di Indonesia bergabung dengan kelompok garis keras itu.

"Penegakan hukum dan pencegahan tidak jalan," kata Eva, Kamis (31/7/2014), seperti dikutip Tribunnews.com.

Menurut Eva, aparat penegak hukum harus melakukan pencegahan. Yang terjadi di Indonesia,  kata dia, penegakan hukum dilakukan setelah peristiwa terjadi.

"Ini tidak dicegah di hulu. Padahal ada pasal-pasalnya, menyebar kebencian. Perekrutan hal yang berbahaya," kata Politisi PDI Perjuangan itu.

Eva menilai, polisi tidak memiliki keberanian melakukan terobosan hukum untuk pencegahan ISIS di Indonesia. "Polisi sudah tahu ISIS ada di Indonesia, monitoring saja, enggak melakukan pencegahan jadi tambah besar dan meledak," kata Eva.

Ia juga melihat informasi yang disampaikan intelijen tidak bisa ditindaklanjuti kepolisian. Bila terjadi peristiwa dan terdapat barang bukti, kata Eva, baru polisi bertindak.

"Ini problem, kepolisian tidak punya SOP, penindakan untuk pencegahan," ujarnya.

"Penegak hukum membiarkan Indonesia menjadi surga perekrutan garis keras, penyebaran paham monokultur, penegakan hukum lemah, polisi jadi olok-olok di dunia internasional," tambahnya.

Eva melihat adanya video tersebut karena tidak adanya dukungan politik. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga tidak bertindak menutup situs-situs garis keras.

Sebelumnya, sekelompok warga Indonesia muncul dalam sebuah video yang dirilis ISIS meminta kaum Muslimin di Indonesia untuk bergabung dengan kelompok mereka. (baca: Sejumlah Warga Indonesia Muncul Dalam Video ISIS)

Video berdurasi delapan menit di-posting oleh ISIS dengan judul "Ayo Bergabung". Video itu menyerukan kewajiban bagi kaum Muslimin untuk bergabung dan menyatakan dukungan bagi kelompok tersebut.


EditorSandro Gatra
SumberTribunnews.com
Terkini Lainnya
Rambah Ekosistem Startup, Telkom Luncurkan Centauri Fund
Rambah Ekosistem Startup, Telkom Luncurkan Centauri Fund
Telkom
Perkuat Ekonomi Pedesaan, Telkom Gelar Program Pelatihan Keterampilan
Perkuat Ekonomi Pedesaan, Telkom Gelar Program Pelatihan Keterampilan
Telkom
Johnny Plate: Kominfo Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Kebijakan Perlindungan Data
Johnny Plate: Kominfo Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Kebijakan Perlindungan Data
Telkom
Komitmen Sediakan Wifi Berkualitas, Telkom Raih Penghargaan di London
Komitmen Sediakan Wifi Berkualitas, Telkom Raih Penghargaan di London
Telkom
Upayakan Kapasitas Digital Mumpuni, Telkom Bertransformasi Jadi Digital Telco
Upayakan Kapasitas Digital Mumpuni, Telkom Bertransformasi Jadi Digital Telco
Telkom
Dalam International CX Awards 2019, Telkom Sabet 3 Kategori Penghargaan
Dalam International CX Awards 2019, Telkom Sabet 3 Kategori Penghargaan
Telkom
Komitmen Telkom Kelola Bisnis Digital Berbuah 4 Penghargaan Internasional
Komitmen Telkom Kelola Bisnis Digital Berbuah 4 Penghargaan Internasional
Telkom
Mudahkan Pelanggan IndiHome, Telkom Kolaborasi dengan Bukalapak
Mudahkan Pelanggan IndiHome, Telkom Kolaborasi dengan Bukalapak
Telkom
Masyarakat Pelosok Timur Indonesia Kini Bisa Nikmati Layanan IndiHome
Masyarakat Pelosok Timur Indonesia Kini Bisa Nikmati Layanan IndiHome
Telkom
Bisnis Digital Meningkat, Laba Bersih Telkom Naik 15,6 Persen
Bisnis Digital Meningkat, Laba Bersih Telkom Naik 15,6 Persen
Telkom
Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City
Telkom Siapkan Bukittinggi Jadi Smart City
Telkom
Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta
Telkom Sediakan 7 Titik Akses Wifi Gratis di Halal Park Jakarta
Telkom
Ingin Cerdaskan Bangsa, Telkom Sediakan BLC dan Perpus Digital di NTT
Ingin Cerdaskan Bangsa, Telkom Sediakan BLC dan Perpus Digital di NTT
Telkom
Mengenal Program Bedah Rumah untuk Pensiunan Telkom
Mengenal Program Bedah Rumah untuk Pensiunan Telkom
Telkom
Tingkatkan Daya Saing SDM Papua, Telkom Luncurkan IDL di Timika
Tingkatkan Daya Saing SDM Papua, Telkom Luncurkan IDL di Timika
Telkom